Kantor Kemenag Rembang, 20 Nov 2025. Implementasi kurikulum berbasis cinta melibatkan integrasi nilai-nilai kasih sayang dalam seluruh aspek pendidikan, bukan hanya melalui kurikulum tertulis, tetapi juga dalam proses pembelajaran sehari-hari, serta menjadi budaya di sekolah, seperti di madrasah. Hal ini dilakukan dengan guru berperan sebagai teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh empati, serta melakukan kegiatan yang memperkuat karakter positif siswa.
Aspek implementasi Sebagai visi dan nilai: Menanamkan lima nilai utama, yaitu Panca Cinta:
Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cinta kepada diri sendiri dan sesama.
Cinta kepada ilmu pengetahuan.
Cinta kepada lingkungan.
Cinta kepada bangsa dan negeri.
Sebagai proses pembelajaran:
Intrakurikuler: Mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, misalnya melalui dialog yang terbuka, interaksi yang penuh hormat, dan penguatan karakter.
Kokurikuler dan ekstrakurikuler: Melibatkan siswa dalam kegiatan seperti bakti sosial, pengabdian masyarakat, proyek lingkungan hidup, dan kegiatan toleransi antaragama.
Menjadi budaya:
Menciptakan suasana sekolah yang aman, toleran, dan ramah anak, di mana setiap siswa merasa diterima dan dihargai tanpa diskriminasi.
Cara mengimplementasikannya
Guru menjadi teladan:
Guru harus menunjukkan cinta dalam setiap interaksinya, misalnya dengan memiliki kesabaran luar biasa dalam menghadapi siswa.
Pendekatan yang holistik: Selain aspek akademik, penting untuk menyentuh aspek emosional dan sosial siswa.
Pengembangan karakter: Membiasakan perilaku baik seperti saling menyapa, tolong-menolong, dan menghargai perbedaan.
Menggunakan pendekatan kontekstual: Menerjemahkan konsep cinta melalui narasi budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong untuk membangun kedekatan emosional.
Inklusivitas: Mengakui perbedaan sebagai bagian dari harmoni dan tidak menjadikannya alasan untuk diskriminasi atau intoleransi.
About E-Learning Ar Rohman
E-Learning Ar Rohman adalah sebuah blog yang dikelola oleh seorang guru yang tak pernah berhenti belajar IT. Karena basicnya bukan dari IT, membuat sang guru perlu extra dalam belajar. Blog ini dibuat untuk berbagi pengetahuan yang dimiliki kepada peserta didik tercinta dan teman - teman...




Wah, workshop yang sangat inspiratif! Saya jadi lebih semangat untuk menerapkan kurikulum berbasis cinta di kelas. Terima kasih banyak! Materi yang disampaikan sangat relevan dan mudah dipahami. Narasumbernya juga keren! Semoga bisa diterapkan dengan baik di sekolah kami.
Workshop ini membuka wawasan saya tentang pentingnya pendekatan emosional dalam pembelajaran. Sangat bermanfaat!
Diskusi kelompoknya seru! Kami bisa saling bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama untuk tantangan yang dihadapi.